Steam Deck Jadi Raja Konsol Handheld PC, Kuasai Lebih dari Separuh Pasar

PT Rifan Financindo Berjangka - Steam Deck masih menjadi nama paling dominan dalam pasar konsol handheld PC gaming. Perangkat besutan Valve ini bukan sekadar membuka jalan bagi kategori baru ketika diluncurkan pada 2022, tetapi juga berhasil mempertahankan posisi teratas ketika kompetitor seperti ASUS ROG Ally, Lenovo Legion Go, dan MSI Claw mulai bermunculan.

Berdasarkan estimasi IDC yang dilaporkan sejumlah media teknologi, sekitar 3,7 juta unit Steam Deck telah dikirim hingga akhir 2024. Pada periode yang sama, total pengiriman handheld gaming PC yang tercakup dalam pemantauan tersebut mencapai sekitar 5,9 juta unit. Artinya, Steam Deck menyumbang porsi yang sangat besar dari pasar yang masih tergolong muda ini.  Namun, angka tersebut perlu dibaca dengan konteks. Data IDC yang banyak dikutip tersebut tidak mencakup seluruh produsen handheld PC, terutama sejumlah merek asal China seperti GPD, Ayaneo, dan OneXPlayer. Karena itu, ukuran pasar sebenarnya kemungkinan lebih besar daripada angka yang tercatat dalam pemantauan tersebut. 

Mengapa Steam Deck Bisa Menjadi Raja Handheld PC?

Dominasi Steam Deck tidak hanya ditentukan oleh jumlah perangkat yang terjual. Valve membangun ekosistem yang berbeda dari pendekatan produsen PC gaming tradisional. Steam Deck dirancang agar pengalaman bermain PC terasa lebih dekat dengan konsol. Pengguna dapat mengakses perpustakaan Steam, mengunduh game, melanjutkan permainan, serta menggunakan antarmuka SteamOS yang dibuat untuk perangkat dengan kontroler. Pendekatan ini membuat Steam Deck memiliki karakter yang berbeda dibandingkan handheld Windows.

1. SteamOS Menjadi Pembeda Utama

Salah satu kekuatan terbesar Steam Deck adalah SteamOS. Alih-alih menghadirkan desktop Windows secara penuh sebagai pengalaman utama, Valve membuat sistem operasi yang berorientasi pada gaming. Pengguna dapat langsung masuk ke lingkungan Steam dan mengakses game dengan antarmuka yang dirancang untuk layar kecil.

SteamOS juga menggunakan teknologi kompatibilitas Proton untuk memungkinkan banyak game Windows berjalan pada lingkungan berbasis Linux. Bagi pengguna yang hanya ingin menyalakan perangkat lalu bermain, pendekatan tersebut memberikan pengalaman yang lebih sederhana dibandingkan PC Windows tradisional.

2. Ekosistem Steam Sudah Sangat Besar

Steam Deck memiliki keuntungan yang sulit ditiru oleh produsen baru: perpustakaan Steam. Pengguna tidak harus membangun ekosistem game baru dari awal. Mereka dapat menggunakan game yang sudah dimiliki di Steam, selama game tersebut kompatibel dengan perangkat. Jumlah game yang memperoleh status Verified atau Playable juga terus bertambah. Data yang dihimpun dari SteamDB menunjukkan lebih dari 25.000 judul telah memiliki salah satu dari dua status kompatibilitas tersebut pada awal 2026.

Hal ini menciptakan efek jaringan. Semakin banyak pengguna Steam Deck, semakin besar insentif pengembang untuk memastikan game mereka berjalan dengan baik pada perangkat tersebut. Sebaliknya, semakin banyak game yang kompatibel, semakin menarik Steam Deck bagi konsumen.

3. Kontroler Terintegrasi Membuatnya Berbeda

Steam Deck tidak sekadar menjadi PC mini dengan layar dan baterai. Valve memasukkan dua analog stick, tombol permainan, D-pad, trigger, bumper, serta trackpad ke dalam desainnya. Konfigurasi tersebut memberikan fleksibilitas ketika sebuah game tidak dirancang secara khusus untuk kontroler.

Trackpad juga menjadi salah satu ciri khas Steam Deck karena memungkinkan input yang lebih mendekati penggunaan mouse. Kombinasi ini membuat perangkat dapat digunakan untuk game AAA, game indie, strategi, RPG, simulasi, hingga sejumlah aplikasi PC.

Pangsa Pasar Besar Tidak Berarti Steam Deck Tanpa Tantangan

Dominasi historis Steam Deck tidak berarti Valve dapat bersantai. Pasar handheld PC pada 2026 menghadapi masalah yang jauh lebih kompleks, terutama terkait biaya komponen dan harga perangkat. Kenaikan harga Steam Deck pada 2026 menjadi salah satu ujian terbesar bagi daya tarik produk tersebut. Laporan mengenai penjualan menunjukkan adanya penurunan tajam setelah kenaikan harga, meskipun estimasi tersebut berasal dari analisis pihak ketiga dan bukan angka penjualan resmi Valve.  Valve sendiri tidak secara rutin mengumumkan angka penjualan Steam Deck secara resmi. Karena itu, angka unit yang beredar di publik harus dipahami sebagai estimasi analis atau perhitungan tidak langsung. Hal ini penting agar angka 3,7 juta unit, 48 persen pangsa pasar, maupun estimasi penurunan penjualan terbaru tidak dicampuradukkan sebagai data resmi Valve.

Steam Deck Tidak Harus Menjadi Handheld Paling Bertenaga

Salah satu kesalahan dalam menilai pasar handheld PC adalah menganggap perangkat dengan spesifikasi tertinggi pasti menjadi pemenang. Steam Deck menunjukkan sebaliknya. Performa tetap penting, tetapi pengguna handheld juga mempertimbangkan:

  1. Harga perangkat.

  2. Daya tahan baterai.

  3. Bobot.

  4. Kenyamanan kontroler.

  5. Ukuran layar.

  6. Sistem operasi.

  7. Kompatibilitas game.

  8. Kemudahan penggunaan.

  9. Kualitas dukungan perangkat lunak.

  10. Ekosistem game.

Valve berhasil mengoptimalkan kombinasi faktor tersebut. Dengan kata lain, Steam Deck tidak harus memenangkan setiap benchmark untuk memenangkan pasar.

Steam Deck dan Masa Depan Konsol Handheld PC

Pasar handheld gaming PC masih relatif kecil dibandingkan pasar konsol tradisional, tetapi pertumbuhannya memberikan sinyal penting bagi industri. Omdia terus memantau handheld gaming melalui basis data yang mencakup PC handheld, konsol, perangkat retro, serta perangkat seperti Steam Deck, Nintendo Switch 2, dan ASUS ROG Ally. Pertumbuhan kategori ini juga berpotensi mengubah cara game PC dikembangkan. Pengembang semakin perlu mempertimbangkan perangkat dengan:

  • layar kecil,

  • kontroler fisik,

  • daya terbatas,

  • resolusi lebih rendah,

  • serta performa GPU yang berada di bawah desktop gaming.

Optimalisasi menjadi semakin penting. Game yang dapat berjalan baik pada perangkat berdaya rendah mempunyai peluang menjangkau pasar PC yang lebih luas, termasuk laptop dan handheld.

Steam Deck vs Nintendo Switch 2: Pasar yang Berbeda

Steam Deck sering dibandingkan dengan Nintendo Switch, tetapi keduanya memiliki model bisnis yang berbeda. Nintendo membangun ekosistem hardware dan software yang sangat terintegrasi. Steam Deck membawa pendekatan PC terbuka dengan akses ke perpustakaan Steam.

Karena itu, Steam Deck tidak harus menggantikan Nintendo Switch 2 untuk dianggap sukses. Keduanya dapat menarik konsumen dengan alasan berbeda. Nintendo Switch 2 unggul dalam eksklusivitas dan ekosistem game Nintendo, sedangkan Steam Deck menawarkan fleksibilitas PC serta akses ke katalog Steam. Persaingan yang lebih relevan justru terjadi antara Steam Deck dan berbagai Windows handheld gaming PC.

Mengapa Steam Deck Tetap Penting bagi Industri PC Gaming?

Pengaruh Steam Deck tidak hanya dapat diukur melalui jumlah unit. Perangkat ini membuktikan bahwa PC gaming dapat dikemas dalam bentuk handheld tanpa harus mengubahnya menjadi konsol tertutup. Pengguna mendapatkan akses ke ekosistem PC, tetapi melalui perangkat yang lebih dekat dengan pengalaman konsol. Dampaknya terlihat dari banyaknya perusahaan yang kemudian ikut masuk ke kategori tersebut. ASUS, Lenovo, MSI, dan berbagai produsen lainnya memiliki alasan lebih kuat untuk mengembangkan handheld setelah kategori ini mendapatkan validasi pasar. Dengan demikian, Steam Deck berperan sebagai katalis pasar handheld PC modern.

Apakah Steam Deck Masih Menjadi Raja Handheld PC?

Jika menggunakan data pengiriman IDC yang tersedia, jawabannya masih ya. Steam Deck memiliki posisi historis yang sangat kuat, dengan sekitar 3,7 juta unit pengiriman hingga akhir 2024 dan sekitar 48 persen pangsa pengiriman handheld PC yang tercakup dalam data IDC pada 2024. Angka tersebut menempatkan perangkat Valve di atas beberapa pesaing utamanya.  Namun, status tersebut perlu dibedakan dari kondisi penjualan terbaru.

Laporan 2026 menunjukkan Steam Deck menghadapi tekanan setelah kenaikan harga, dan sejumlah analisis pihak ketiga memperkirakan penurunan penjualan mingguan yang sangat tajam. Karena Valve tidak mempublikasikan angka penjualan resmi secara rutin, estimasi tersebut sebaiknya tidak diperlakukan sebagai angka final. Jadi, terdapat dua fakta yang dapat berjalan bersamaan: Steam Deck tetap menjadi pemimpin historis pasar handheld gaming PC, tetapi momentum penjualannya menghadapi tantangan baru pada 2026.



 PT Rifan Financindo Berjangka

Comments