China Kuasai Daftar Robot Humanoid Paling Inovatif di Dunia, Ini 10 Startup Teratas Versi LexisNexis

PT Rifan Financindo Berjangka - Perkembangan robot humanoid memasuki fase baru. Persaingan tidak lagi hanya mengenai siapa yang mampu membuat robot berjalan dengan dua kaki, mengangkat benda, atau melakukan gerakan menyerupai manusia. Kekuatan inovasi kini semakin terlihat dari kemampuan perusahaan membangun teknologi yang dapat membuat robot berinteraksi, bergerak secara adaptif, memahami lingkungan, serta menjalankan berbagai tugas secara mandiri.

Dalam perkembangan terbaru, China mendominasi daftar startup robot humanoid paling inovatif di dunia berdasarkan analisis paten LexisNexis yang dirilis pada akhir Juli 2026.

Enam dari 10 perusahaan yang masuk daftar tersebut berasal dari China. Bahkan, lima posisi teratas seluruhnya ditempati perusahaan China, yakni Fourier, AgiBot, LimX Dynamics, Pudu Robotics, dan Unitree Robotics. Tiga startup Amerika Serikat serta satu perusahaan Jerman melengkapi daftar 10 besar.  Pemeringkatan tersebut penting karena tidak semata-mata melihat popularitas produk atau aksi robot dalam demonstrasi. LexisNexis menggunakan pendekatan berbasis kekuatan aset paten, sehingga ukuran inovasi mencakup kualitas teknologi, relevansi paten, serta cakupan perlindungan pasar.

Profil 5 Startup China di Puncak Daftar Robot Humanoid

1. Fourier: Peringkat Pertama Startup Robot Humanoid

Fourier yang berbasis di Shanghai menempati posisi pertama dalam daftar LexisNexis.

Perusahaan ini didirikan pada 2015 dan memiliki sejarah yang berawal dari pengembangan teknologi robotika untuk rehabilitasi. Seiring perkembangan teknologi embodied AI, Fourier memperluas portofolionya ke robot humanoid dan sistem robotika lainnya.

LexisNexis mencatat Fourier memiliki lini produk yang mencakup seri humanoid GRx, sistem rehabilitasi, serta berbagai solusi robotika.

Perusahaan tersebut juga telah membangun jaringan penggunaan produk di lebih dari 2.000 institusi di 40 negara, menurut profil yang dimuat LexisNexis. 

Posisi Fourier memperlihatkan bagaimana pengalaman dalam satu bidang robotika dapat menjadi fondasi bagi pengembangan robot humanoid yang lebih general-purpose.

2. AgiBot: Menggabungkan AI dan Tubuh Robot

AgiBot menempati peringkat kedua. Perusahaan yang didirikan pada 2023 tersebut mengembangkan teknologi embodied AI, yaitu pendekatan yang menghubungkan kecerdasan buatan dengan kemampuan fisik robot untuk berinteraksi langsung dengan dunia nyata.

AgiBot mengembangkan lapisan kecerdasan sekaligus perangkat robotiknya. Salah satu konsep yang dikembangkan adalah arsitektur yang menggabungkan tiga kemampuan utama, yakni:

  • kecerdasan lokomosi;

  • kecerdasan interaksi;

  • kecerdasan manipulasi.

Pendekatan tersebut menunjukkan arah industri yang semakin bergeser dari robot dengan fungsi tunggal menuju sistem yang mampu menggabungkan persepsi, gerakan, interaksi, dan manipulasi dalam satu platform. 

3. LimX Dynamics: Fokus pada Embodied Intelligence

LimX Dynamics dari Shenzhen berada di peringkat ketiga.

Perusahaan ini didirikan pada 2022 dan berfokus pada embodied intelligence serta robot humanoid general-purpose berukuran penuh.

Konsep embodied intelligence menjadi penting karena kecerdasan robot tidak hanya ditentukan oleh model AI. Robot harus mampu menerjemahkan informasi dari lingkungan menjadi tindakan fisik secara cepat dan aman.

Robot humanoid harus mampu menjaga keseimbangan, menggerakkan tangan dan kaki secara terkoordinasi, memahami objek, serta beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Karena itu, tantangan LimX dan perusahaan sejenis bukan sekadar membuat model AI yang pintar, melainkan menghubungkan kecerdasan tersebut dengan tubuh robot secara real time. 

4. Pudu Robotics: Dari Robot Layanan Menuju Humanoid

Pudu Robotics berada di posisi keempat. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini dikenal dalam sektor robot layanan komersial dan telah mengembangkan teknologi seperti algoritma navigasi, penjadwalan multi-robot, swarm control, motion controller, serta modul sendi terintegrasi.

Pengalaman tersebut relevan bagi robot humanoid karena robot jenis ini membutuhkan kemampuan navigasi dan koordinasi yang jauh lebih kompleks daripada mesin otomatis yang bekerja dalam lingkungan sangat terstruktur.

Pengalaman Pudu dalam robot layanan juga memberikan fondasi untuk pengembangan sistem yang beroperasi berdampingan dengan manusia. 

5. Unitree Robotics: Robot Berkaki dengan Ekosistem Luas

Unitree Robotics yang berbasis di Hangzhou menempati posisi kelima.

Unitree mengembangkan robot berkaki, robot humanoid, manipulator enam sumbu, serta berbagai produk robotika untuk kebutuhan konsumen dan industri.

Salah satu karakteristik penting Unitree adalah pengembangan komponen inti secara internal, termasuk motor, reducer, controller, LiDAR, serta algoritma persepsi dan kendali gerak. 

Kemampuan mengembangkan komponen inti menjadi faktor penting dalam industri robotika karena biaya, berat, konsumsi energi, respons aktuator, dan kemampuan kontrol sangat menentukan performa robot.

Bagaimana LexisNexis Menentukan Startup Robot Humanoid Paling Inovatif?

Salah satu aspek terpenting dalam laporan tersebut adalah metode penilaian.

LexisNexis tidak sekadar menghitung jumlah paten.

Analisis menggunakan Patent Asset Index, metrik yang dirancang untuk mengukur kekuatan inovasi berdasarkan karakteristik aset paten.

Dua komponen penting yang diperhatikan adalah:

  • Technology Relevance, yaitu seberapa relevan suatu paten secara teknologi;

  • Market Coverage, yaitu luasnya cakupan perlindungan pasar yang dimiliki.

Patent Asset Index kemudian menggabungkan indikator tersebut untuk menghasilkan ukuran relatif kekuatan portofolio paten. 

Pendekatan tersebut membuat daftar ini berbeda dari daftar perusahaan robot humanoid berdasarkan jumlah robot yang diproduksi, pendanaan, kapitalisasi perusahaan, atau jumlah demonstrasi publik.

Mengapa Paten Menjadi Indikator Penting bagi Robot Humanoid?

Robot humanoid merupakan kombinasi dari banyak teknologi.

Satu produk dapat membutuhkan ratusan hingga ribuan inovasi berbeda, mulai dari aktuator, sensor, sistem keseimbangan, baterai, perangkat lunak, algoritma kontrol, mekanisme tangan, hingga sistem komunikasi.

Paten memberikan gambaran mengenai area teknologi yang sedang dikembangkan dan dilindungi.

Namun, paten tidak otomatis berarti suatu teknologi sudah berhasil dikomersialkan.

Sebuah perusahaan dapat memiliki portofolio paten yang kuat tetapi masih menghadapi tantangan dalam produksi massal, biaya, reliabilitas, keselamatan, konsumsi energi, dan penerapan di dunia nyata.

Karena itu, data paten paling tepat digunakan sebagai salah satu cara untuk melihat arah dan kekuatan inovasi teknologi, bukan sebagai ukuran tunggal keberhasilan bisnis.

China Tidak Hanya Unggul dalam Jumlah Paten

Data LexisNexis memperlihatkan bahwa China memiliki keunggulan besar dalam skala portofolio.

Namun, data tersebut juga menunjukkan adanya perbedaan antara portfolio size dan portfolio strength.

Pada bidang morfologi, China memiliki 73 persen portofolio aktif berdasarkan ukuran pada akhir 2025, tetapi bagian China berdasarkan kekuatan portofolio mencapai 63 persen.

Sebaliknya, Amerika Serikat memiliki sekitar 5 persen portofolio berdasarkan ukuran, tetapi mencapai sekitar 11 persen berdasarkan kekuatan.

Perbedaan ini penting karena memperlihatkan bahwa jumlah dokumen paten tidak selalu identik dengan nilai teknologi.

Dalam industri yang masih berkembang, kualitas paten, cakupan perlindungan, dan relevansi teknologi dapat menentukan seberapa kuat posisi sebuah perusahaan ketika teknologi mulai dikomersialkan.

Dari Robot Demonstrasi Menuju Komersialisasi

Perkembangan robot humanoid kini memasuki tahap ketika kemampuan demonstrasi saja tidak cukup.

Robot harus mampu bekerja secara konsisten.

Dalam lingkungan industri, perusahaan akan mempertimbangkan beberapa faktor:

  • berapa lama robot dapat bekerja;

  • berapa banyak tugas yang dapat diselesaikan;

  • seberapa sering terjadi kegagalan;

  • berapa lama waktu pengisian baterai;

  • berapa biaya perawatan;

  • seberapa aman robot bekerja bersama manusia;

  • serta berapa biaya kepemilikan dibandingkan solusi otomasi lain.

LexisNexis juga mencatat bahwa penggunaan robot humanoid diperkirakan berkembang terlebih dahulu di lingkungan industri yang lebih terstruktur. Lingkungan tersebut menawarkan kasus penggunaan yang lebih jelas karena perusahaan menghadapi pekerjaan berulang, kebutuhan fleksibilitas otomasi, dan kekurangan tenaga kerja untuk pekerjaan fisik tertentu. 

Industri Apa yang Berpotensi Menggunakan Robot Humanoid?

Manufaktur

Pabrik menjadi salah satu lingkungan yang paling banyak diperhatikan.

Robot humanoid dapat dirancang untuk mengambil benda, memindahkan komponen, melakukan inspeksi, atau menjalankan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan pekerja manusia.

Keuntungan utamanya adalah bentuk humanoid dapat memungkinkan robot menggunakan ruang dan peralatan yang telah dirancang untuk manusia.

Logistik

Gudang dan pusat distribusi membutuhkan banyak aktivitas fisik berulang.

Robot humanoid berpotensi menangani pekerjaan seperti mengambil, memindahkan, menyortir, dan menempatkan barang.

Layanan

Robot dengan kemampuan interaksi dapat digunakan di hotel, restoran, fasilitas publik, atau pusat layanan.

Dalam sektor ini, kemampuan berkomunikasi dan memahami konteks menjadi sama pentingnya dengan kemampuan bergerak.

Kesehatan dan Rehabilitasi

Pengalaman Fourier menunjukkan bahwa robotika juga memiliki hubungan erat dengan bidang rehabilitasi.

Teknologi robot dapat digunakan untuk membantu pasien dalam latihan fisik, pemulihan gerak, dan berbagai bentuk terapi yang membutuhkan gerakan terkontrol.

Rumah Tangga

Penggunaan robot humanoid di rumah merupakan salah satu target jangka panjang.

Namun, lingkungan rumah jauh lebih tidak terstruktur dibandingkan pabrik.

Robot harus menghadapi berbagai objek, permukaan, pencahayaan, manusia, hewan peliharaan, serta aktivitas yang berubah setiap saat.

Karena itu, robot rumah tangga general-purpose membutuhkan tingkat kecerdasan dan keandalan yang lebih tinggi.

Masa Depan Persaingan Robot Humanoid

Persaingan robot humanoid kemungkinan tidak akan ditentukan hanya oleh satu perusahaan atau satu negara.

China saat ini menunjukkan kekuatan besar dalam skala inovasi dan jumlah startup yang masuk jajaran teratas. Amerika Serikat memiliki perusahaan dengan fokus kuat pada AI dan robot general-purpose. Eropa juga mempertahankan posisi melalui perusahaan yang menggabungkan robotika dan otomasi industri.

Data LexisNexis menunjukkan bahwa China mengalami peningkatan aktivitas paten yang sangat cepat dalam teknologi inti humanoid. Namun, data yang sama memperlihatkan bahwa Amerika Serikat masih memiliki keunggulan dalam Competitive Impact rata-rata portofolio paten.

Dengan demikian, persaingan berikutnya akan semakin bergeser dari sekadar siapa memiliki paten paling banyak menuju pertanyaan yang lebih konkret: siapa yang mampu mengubah teknologi tersebut menjadi robot yang aman, murah, tahan lama, mudah diproduksi, dan benar-benar berguna di dunia nyata.



 PT Rifan Financindo Berjangka

Comments